Alumni Jihad Afghanistan : Bicara Suriah Berarti Kita Bicara Aqidah

Rabu, 17 Juli 2013

Ketika kita sedang bicara Suriah, maka kita bukan bicara politik dan kemanusiaan.
“Tapi kita sedang bicara Aqidah” Jelas alumnus akademi militer mujahidin Afghanistan Ustad Abu Rusydan.
Bertempat di Masjid Mujahidin Surabaya, Minggu (19/05/2013). Abu Ruysdan dengan gamblang memaparkan ancaman serius gerakan Syiah baik dari tragedi yang terjadi di Suriah saat ini.
“Syiah Nushairiyah tidak berubah dari asalnya. Prinsip yang menjadi permasalahan dasar mereka adalah gerakan Bathiniyah, Syiah Ghulat, dan dibentuk oleh orang-orang yang memusuhi Islam.” Jelasnya dalam kegiatan beda buku “Rezim Syiah Nushairiyah” dari AlJazeera Publishing tersebut.
Mengutip pendapat syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Abu Rusydan menilai kelompok Syiah dari pemerintah Bashar Al Assad bukan hanya sesat. dan berada diluar Islam
“Mereka juga berbahaya dibanding musuh-musuh yang sudah disadari kaum muslimin.” Tambahnya.
Dari sittu, Abu Ruysdan berharap umat Islam di Indonesia mau belajar dari tragedi Suriah. Apapun bentuk alirannya, jika ia berlatar belakang Syiah maka ia akan selalu menyimpan misi untuk merusak Islam.
“Umat Islam itu satu tubuh, jika satu bagian merasa sakit maka seluruh bagian ikut merasa sakit” Jelasnya berapi-api.

Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri Suriah

Selasa, 16 Juli 2013


Alhamdulillah, kegiatan Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas bertema : “Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri suriah sukses diselenggarakan di kota Bandung, Sabtu (09/03/2013). Acara yang sangat penting untuk diketahui umat ini diselenggarakan di Masjid PUSDAI, Kota Bandung. Dalam acara tersebut, Umat Islam tersadarkan bahwa mereka mempunyai beban kewajiban untuk meringankan penderitaan yang dirasakan oleh saudara-saudara Muslimnya di bumi Syam, khususnya di Suriah. Allahu Akbar!
Kegiatan Tabligh Akbar & Aksi Solidaritas di atas diselenggarakan oleh Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS BANDUNG)  bekerjasama dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Forum Islam Peduli Suriah (FIPS), dan ditujukan untuk menyadarkan umat Islam akan keberadaanya di akhir zaman, di mana rangkaian kezholiman yang semakin bergejolak di bumi Syam, dan Nubuwat Perang Akhir Zaman yang sudah berada di ambang pintu.
Acara dibuka oleh Akh Fadli dari MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) dengan memberikan gambaran perang akhir zaman yang akan terjadi berdasarkan Nubuwat Rosululloh dalam hadits yang shahih, dimana Ibu kota Damaskus adalah tempat yang dinubuwatkan oleh Rosululloh SAW., akan turunya Imam Al Mahdi yang akan menjadi pemimipin kaum Muslimin dengan membawa bendera tauhid dan tegaknya sistem khilafah di bumi Allah azza wajala.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemateri pertama, yaitu Ustadz Imtihan Syafi’i, Lc, mewakili Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dengan menjelaskan bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah belum bagian dari nubuwat akhir zaman. Suatu ketika ia bertanya kepada salah satu Syekh di Suriah, yakni DR. Abdulloh Ghoni, yang  termasuk ahli hadits, bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah sebuah muqoddimah (pembukaan) dimana awal pintu gerbang dari Nubuwat Perang Akhir Zaman, karena masih banyak tahapan yang akan dialami kaum Muslimin.
Kemudian Ustadz Imtihan Syafi’i banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada si Suriah, bahwasanya pengamalan Tauhid dan Aqidah Wala wal Baro sungguh benar-benar nyata di Bumi Suriah, bumi Jihad kaum Muslimin, dan ia banyak mendapati karomah dan kesyahidan yang nampak yang terjadi pada para Mujahidin di Suriah. Ia juga menambahkan bahwasanya kemenangan–kemenangan yang diraih para Mujahidin dalam setiap operasi Mujahidin tidak terlepas dari keta’atan dan tawakal kepada Allah azza wajala.
Acara dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Akhi Angga Dimas S. Farm, selaku anggota Forum Islam Peduli Suriah (FIPS). Dalam penyampaiannya, Angga memaparkan sejarah masa jabatan Hafidz Assad dimana dialah tokoh yang menghapuskan dien Islam dan menanamkan kebencian yang luar biasa terhadap Islam. Hal itu terlihat pada peristiwa pembantaian aktivis Islam pada tahun 1982 yang menewaskan 40.000. kaum Muslimin. Kemudian Hafidz Assad adalah tokoh yang mencetuskan “The state Of Terorism” suatu Negara yang menyebarkan teror kepada rakyatnya sendiri untuk memperluas kekuasaanya. Hal ini pula yang pernah dicoba untuk diadopsi oleh soeharto, Presiden ke II RI, sehingga terjadi peristiwa pembantaian umat Islam dimana–mana, seperti pembantaian Tanjung Periuk dan peristiwa yang lainya yang pernah terjadi di Indonesia .
Selanjutnya Angga Dimas, relawan perawat yang pernah berperan di Suriah ini, memaparkan    peta politik yang terjadi di  Timur Tengah dengan menjelaskan bahwasanya ada hubungan gelap antara Rezim Bashar Assad dengan Zionis Israel, dan Iran yang mengkelabui umat Islam bahwasaya Iran dan Suriah benar-benar memusuhi zionis. Padahal mereka bermain di balik layar. Hal ini agar mengarahkan permusuhan umat Islam kepada zionis saja, agar hanya fokus ke konflik Palestina saja, dan menyurutkan semangat Jihad kaum Muslimin untuk berjihad di bumi Suriah.
Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Maman Abdurrohman. Dalam penyampaianya beliau mengupas berbagai macam sekte Syi’ah khususnya berkaitan dengan Syi’ah Nusairiyah yang dianut oleh Rezim Basar Assad. Beliau banyak menghimbau kaum Muslimin, khusunya warga Bandung, untuk benar-benar memegang erat tali Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, agar terhindar dari pemahaman  Syiah dan para pelakunya, dimana Bandung adalah salah satu basis sekte sesat Syi’ah di Indonesia.
Alhamdulillah, acara diakhiri dengan dialog dan tanya jawab. Selain itu juga diadakan pemutaran video dan penggalangan dana. Antusias umat Islam kota Bandung terlihat dimana para mustami (pendengar) yang hadir cukup banyak hingga acara selesai, yakni adzan dzuhur.
Semoga acara Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas ini mendapat Ridho Allah SWT., serta dapat membuka mata, telinga, dan sanubari kaum Muslimin untuk  berjalan di atas manhaj dakwah tauhid wal Jihad. Allahu Akbar!
{al-mustaqbal.net}

Anjing Lebih Bermanfaat daripada Bashar

Magelang - 16 Juni 2013 (syamorganizer.com) Roadshow Tabligh Akbar 35 Kota “Airmata Suriah” Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pekik takbir hampir selalu membahana di dalam Masjid An-Nur Ruhul Islam, Magelang pagi ini. Suasana kajian dalam rangkaian Roadshow 35 Kota Tabligh Akbar “Airmata Suriah” di Kota Magelang tersebut terasa begitu emosional. Para peserta tabligh akbar begitu khidmat ketika satu per satu narasumber, yakni Ust. Fahrurozi (Praktisi Dakwah dan Pemerhati Dunia Islam, Jogjakarta), Ust. Mas’ud Izzul Mujahid (Da’i dan Relawan HASI ke-6 Suriah), dan Ust. Abu Rusydan (Tokoh dan Da’i, Kudus) memaparkan kajiannya.

Tabligh Akbar yang dibuka pada pukul 08.40 WIB tersebut diawali dengan prolog dari moderator, Ust. Imam Santoso (DDII Magelang). Dari prolog yang disampaikan, moderator langsung menginformasikan bahwa konflik di Suriah adalah konflik karena keimanan. Moderator juga menyertakan fatwa MUI tentang sesatnya Syi’ah, didukung dengan fatwa Ibnu Taimiyah. Hadir juga sebagai pemberi sambutan Ketua MUI Kota Magelang, Drs. H. Ismudiyono. Beliau mengajak kepada para peserta untuk ikut peduli terhadap kaum muslimin Suriah saat ini.

Para peserta masih nampak berdatangan ketika narasumber pertama, Ust. Fahrurozi memaparkan sekelumit tentang Syi’ah Nushairiyah, yakni sekte Syi’ah yang menguasai pemerintahan Suriah. Setelah berbicara panjang lebar tentang beberapa ajaran (aqidah) Syi’ah dan fakta kedzaliman yang dilakukan kelompok ini terhadap ahlussunnah, beliau mengajak kepada peserta untuk menyimpulkan, layakkah Syi’ah disebut sebagai bagian dari Islam. Dan pekik takbir peserta pun bergema sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.

Tiga puluh menit kemudian kesempatan diberikan kepada Ust. Mas’ud Izzul Mujahid. Beliau lebih banyak memaparkan pengalaman beliau ketika menjadi bagian dari tim relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) ke-6. Sebagai awal paparannya, beliau menyampaikan salam dari kaum muslimin Suriah yang kemudian dijawab serentak oleh para peserta.

Dari hasil dialog keseharian Ust. Mas’ud dengan kaum muslimin Suriah tergambar beberapa kisah menarik namun memprihatinkan. Beliau mengisahkan bahwa dari sejak anak-anak sampai dengan kalangan ulama tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa Syi’ah adalah Islam. Lebih dari itu, ketika ada ungkapan yang menyamakan anjing dengan Bashar Al-Assad, seorang pejuang mengingatkan Ust. Mas’ud untuk beristighfar. Kenapa? Karena menurut mereka, anjing lebih bermanfaat daripada Bashar. Anjing bisa menjaga, sedangkan Bashar justru memakan yang dijaga (rakyat). Kejadian yang sama juga terjadi ketika beliau mengucapkan Hizbulloh (tentara Syi’ah Libanon) yang membantuk rezim Bashar. Mereka meminta beliau untuk istighfar dan mengganti istilah tersebut dengan Hizbullata.

Di Suriah, lanjut beliau, rezim Bashar banyak membunuh 2 golongan (setelah sebelumnya menyiksanya), yakni ulama dan dokter (golongan intelektual). Ada kesaksian seorang pejuang Ikhwani  yang pernah dipenjara oleh rezim Bashar selama 15 tahun, setiap hari disiksa dan sering menyaksikan 2 golongan tadi dibunuh di depan matanya. Ada yang ditindih kepalanya dengan batu kemudian diduduki sampai mati dan ada pula yang diinjak-injak lehernya hingga remuk dan meninggal.

Pada akhir paparan, Ust. Mas’ud menyampaikan alasan mengapa kita harus peduli terhadap Suriah. Semua agama samawi sepakat bahwa sebelum kiamat nanti akan terjadi perang yang maha dahsyat (armagedon), dan semuanya sepakat bahwa itu akan terjadi di Syam (salah satu negara di dalamnya adalah Suriah).

Selesai paparan dari Ust. Mas’ud, moderator menyerahkan waktu kepada Ust. Fahrurozi untuk memimpin acara penggalian dana kaum muslimin untuk Suriah. Para peserta terlihat antusias memberikan sebagian hartanya untuk membantu. Nampak tidak terlihat satupun peserta yang tidak beranjak dari tempat duduknya untuk kemudian melemparkan infaqnya pada selembar bendera Suriah yang sudah dipersiapkan panitia sebelumnya. Cukup menarik sesi penggalian dana ini. Dan gema takbir pun membahana.

Kesempatan terakhir diberikan kepada Ust. Abu Rusydan. Beliau menambahkan 3 bahasan. Pertama,  tentang hubungan Syi’ah Rofidloh dengan Syi’ah Nushoiriyah yang sama-sama beraliran Bathiniyah. Kedua, bantahan atas pernyataan bahwa oposisi dibantu oleh Amerika. Justru perkembangan yang terjadi, oposisi yang dibantu Amerika inilah yang disinyalir sedang dipersiapkan Amerika menjelang keruntuhan Bashar, untuk menggantikan posisinya sebagai penguasa Suriah nantinya. Dan ketiga, hubungan antara jihad Afghan dengan jihad Suriah yang sama-sama berprinsip : di sinilah kita bermula, dan di Al Quds kita akan berjumpa.

Acara berakhir pada pukul 11.50 WIB setelah sebelumnya ditutup dengan sebuah pernyataan oleh moderator, bahwa jika masih ada yang menganggap Syi’ah adalah Islam, maka kemungkinan orang tersebut tidak paham Syi’ah, atau pendukung Syi’ah, atau justru dialah Syi’ah itu sendiri.
(syamorganizer.com)

Tabligh Akbar dan penggalangan dana untuk Muslim Suriah di Bontang

Tanggal 14 Juni 2013 . Roadshow Tabligh Akbar dan penggalangan dana untuk muslim Suriah kembali diadakan. Kali ini kegiatan bertempat di Masjid Al Furqon, Komplek Perumahan BTN PKT (pupk Kaltim). Dua pembicara dihadirkan dalam kegiatan ini.

Pembicara pertama, Syeikh Ghayyats Abdul Baqi menyampaikan apa yang sebenarnya yang terjadi di suriah, siapa itu bashar assad dan siapa itu nusairiyyah. Dalam ceramahnya beliau mengajak kaum muslimin untuk ikut peduli dengan kondisi ummat islam yang ada di Suriah dan urgensi persaudaraan sesama muslim karena sesungguhnya muslim satu dengan lainnya adalah bersaudara.

Acara berhenti sejenak untuk menunaikan sholat isya berjamaah. Selepas sholat isya berjamaah, acara dilanjutkan. Pada sesi kedua ini Ustad Umar Mita,Lc. menjelaskan keutamaan bumi Syam. Dalam penjelasannya beliau dikatakan bahwa sesungguhnya bumi syam adalah bumi yg diberkahi oleh Allah ta'ala. Ada beberapa hadist yang menerangkan tentang keutamaan bumi ini. Beliau juga  menuturkan kisah perjalanan relawan HASI hingga dapat sampai ke bumi Suriah. Penjelasan beliau disertai dengan pemutaran video tragedi berdarah suriah dan beberapa tayangan foto saat bertugas di sana. Beliau juga menyampaikan pesan dari muslim suriah untuk para kaum muslimin lainnya agar mendoakan mereka, karena sesungguhnya do'a kaum muslimin bisa jadi senjata terakhir yang dapat mengalahkan musuh.

Tepat pukul 21:00 acara tabligh akbar diakhiri dengan penggalangan dana untuk muslim suriah dan alhamdulillah terkumpul saat itu Rp. 53 juta, 5 dolar, 5 gram emas.

Selanjutnya penggalangan dana Airmata Suriah diadakan di Masjid Al Kautsar dan Darussalam. Kedua masjid ini berada di lingkungan PT. Badak Bontang. Alhamdulillah, dari kedua Masjid tersebut, terkumpul dana kaum muslimin Rp. 36 juta dan sebagian jamaah meminta nomer rekening untuk kemudian di transfer ke rekening syam organizer. Panitia juga menerima infaq setelah acara selesai dari kaum muslimin secara terpisah sebanyak  Rp. 10 juta rupiah, USD 400.

Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk suadara kita yang teraniaya di Suriah? (Syamorganizer.com)

Benang Merah antara Jihad Afghan dengan Jihad Suriah

Da’i asal Kudus yang juga alumnus akademi mujahidin Afghanistan, Abu Rusydan menyatakan ada keterkaitan yang sangat erat antara jihad Suriah hari ini dengan jihad Afghanistan. Pernyataan ini disampaikan oleh beliau dalam acara Tabligh Akbar dengan tema “Perjalanan Jihad dari Afghanistan ke Suriah”, di Masjid Baitul Makmur, Solo Baru, Jawa Tengah (25/5).

Abu Rusydan menjelaskan bahwa jihad itu akan senantiasa ada sampai datangnya hari kiamat. Apa yang menimpa Syam hari ini adalah pengulangan Syam dulu. “Kalau kita tidak terlibat akan rugi besar, karena hadir dan tidak hadir dalam jihad ini, Syam akan tetap berjalan,” jelasnya.

Alumni akademi militer Afghanistan ini mengingatkan hubungan benang merah jihad Afghanistan dengan Jihad Suriah. Jihad Afghanistan itu merupakan madrasah dari berbagai belahan dunia dengan berbagai macam bahasa. Namun mereka punya satu semangat yang senantiasa dikobarkan untuk membebaskan al-Quds. “Kita mulai dari tempat ini, kita akan mulai dan kita akan bertemu di al-Quds,” ungkap Abu Rusydan.

Beliau menambahkan bahwa Suriah itu adalah bagian dari Syam. Syam akan berjalan menurut nubuwah, jika kita tidak mengikutinya maka akan ketinggalan. “Jika para mujahidin bisa mengusai Suriah maka akan bisa membebaskan al-Quds,” tambahnya.

Abu Rusydan mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa penghalang pertama kebangkitan Islam di Syam adalah Syiah. Syiah akan senantiasa berbuat makar untuk menghancurkan ahlus sunnah. “Syiah itu ketika belum mempunyai kekuasaan maka mereka akan bekerja sama dengan penguasa kafir untuk menghancurkan ahlus sunnah,” tegasnya.

Dai dari kudus ini menceritakan raport merah syiah dalam menghancurkan umat islam. Sebagaimana dulu ada Nashiruddin Athusy, ia bekerjasama dengan Hulagu Khan (pasukan Mongol) untuk menghancurkan kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad. Belum lama ini juga menimpa saudara kita di Iraq. Nury Al-Maliki seorang tokoh syiah, ia berkerjasama dengan Amerika Serikat untuk menghancurkan Bagdad. Sekarang ini Basyar Asad pemimpin syiah nusyairiyah bekerja sama dengan Negara-negara kafir untuk membantai ahlus sunah di Suriah.

Abu Rusydan juga menjabarkan kenapa minoritas itu bisa menguasai mayoritas. Dengan mensitir surat an-nisa’ (4) : 102, yang intinya karena umat islam meninggalkan senjata mereka, dalam arti meninggalkan jihad dan asyik dengan kehidupan dunia maka dengan mudah orang-orang kafir akan mengalahkan kaum muslimin. “Negara Arab penghasil minyak di kuasai oleh Amerika, demikian Indonesia punya gunung emas juga di kuasai oleh Amerika” ungkapnya.

Dia juga menambahkan dengan membacakan surat Ali Imran (3) : 110. Umat islam mendapatkan gelar sebagai umat yang terbaik itu tidak diperoleh dengan cuma-cuma tetapi melalui usaha. Usaha itu ada amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana sebuah kisah ketika para mujahidin yang dapat menguasai syam kemudian mereka bercocok tanam maka langsung umar memerintahkan untusannya untuk mencabuti tanaman mereka, dan mengingatkan mereka jangan sampai meninggalkan jihad. “Sejarah sudah mencatat ketika umat islam meninggalkan jihad dan amar ma’ruf nahi munkar maka mereka akan di kuasai oleh nasionalis, komunis, syiah dan juga orang-orang kafir. Sebagaimana terjadi di suriah saat ini,” tambahnya. (al islamu.com)

Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri Suriah


Alhamdulillah, kegiatan Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas bertema : “Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri suriah sukses diselenggarakan di kota Bandung, Sabtu (09/03/2013). Acara yang sangat penting untuk diketahui umat ini diselenggarakan di Masjid PUSDAI, Kota Bandung. Dalam acara tersebut, Umat Islam tersadarkan bahwa mereka mempunyai beban kewajiban untuk meringankan penderitaan yang dirasakan oleh saudara-saudara Muslimnya di bumi Syam, khususnya di Suriah. Allahu Akbar!
Kegiatan Tabligh Akbar & Aksi Solidaritas di atas diselenggarakan oleh Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS BANDUNG)  bekerjasama dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Forum Islam Peduli Suriah (FIPS), dan ditujukan untuk menyadarkan umat Islam akan keberadaanya di akhir zaman, di mana rangkaian kezholiman yang semakin bergejolak di bumi Syam, dan Nubuwat Perang Akhir Zaman yang sudah berada di ambang pintu.
Acara dibuka oleh Akh Fadli dari MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) dengan memberikan gambaran perang akhir zaman yang akan terjadi berdasarkan Nubuwat Rosululloh dalam hadits yang shahih, dimana Ibu kota Damaskus adalah tempat yang dinubuwatkan oleh Rosululloh SAW., akan turunya Imam Al Mahdi yang akan menjadi pemimipin kaum Muslimin dengan membawa bendera tauhid dan tegaknya sistem khilafah di bumi Allah azza wajala.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemateri pertama, yaitu Ustadz Imtihan Syafi’i, Lc, mewakili Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dengan menjelaskan bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah belum bagian dari nubuwat akhir zaman. Suatu ketika ia bertanya kepada salah satu Syekh di Suriah, yakni DR. Abdulloh Ghoni, yang  termasuk ahli hadits, bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah sebuah muqoddimah (pembukaan) dimana awal pintu gerbang dari Nubuwat Perang Akhir Zaman, karena masih banyak tahapan yang akan dialami kaum Muslimin.
Kemudian Ustadz Imtihan Syafi’i banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada si Suriah, bahwasanya pengamalan Tauhid dan Aqidah Wala wal Baro sungguh benar-benar nyata di Bumi Suriah, bumi Jihad kaum Muslimin, dan ia banyak mendapati karomah dan kesyahidan yang nampak yang terjadi pada para Mujahidin di Suriah. Ia juga menambahkan bahwasanya kemenangan–kemenangan yang diraih para Mujahidin dalam setiap operasi Mujahidin tidak terlepas dari keta’atan dan tawakal kepada Allah azza wajala.
Acara dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Akhi Angga Dimas S. Farm, selaku anggota Forum Islam Peduli Suriah (FIPS). Dalam penyampaiannya, Angga memaparkan sejarah masa jabatan Hafidz Assad dimana dialah tokoh yang menghapuskan dien Islam dan menanamkan kebencian yang luar biasa terhadap Islam. Hal itu terlihat pada peristiwa pembantaian aktivis Islam pada tahun 1982 yang menewaskan 40.000. kaum Muslimin. Kemudian Hafidz Assad adalah tokoh yang mencetuskan “The state Of Terorism” suatu Negara yang menyebarkan teror kepada rakyatnya sendiri untuk memperluas kekuasaanya. Hal ini pula yang pernah dicoba untuk diadopsi oleh soeharto, Presiden ke II RI, sehingga terjadi peristiwa pembantaian umat Islam dimana–mana, seperti pembantaian Tanjung Periuk dan peristiwa yang lainya yang pernah terjadi di Indonesia .
Selanjutnya Angga Dimas, relawan perawat yang pernah berperan di Suriah ini, memaparkan    peta politik yang terjadi di  Timur Tengah dengan menjelaskan bahwasanya ada hubungan gelap antara Rezim Bashar Assad dengan Zionis Israel, dan Iran yang mengkelabui umat Islam bahwasaya Iran dan Suriah benar-benar memusuhi zionis. Padahal mereka bermain di balik layar. Hal ini agar mengarahkan permusuhan umat Islam kepada zionis saja, agar hanya fokus ke konflik Palestina saja, dan menyurutkan semangat Jihad kaum Muslimin untuk berjihad di bumi Suriah.
Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Maman Abdurrohman. Dalam penyampaianya beliau mengupas berbagai macam sekte Syi’ah khususnya berkaitan dengan Syi’ah Nusairiyah yang dianut oleh Rezim Basar Assad. Beliau banyak menghimbau kaum Muslimin, khusunya warga Bandung, untuk benar-benar memegang erat tali Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, agar terhindar dari pemahaman  Syiah dan para pelakunya, dimana Bandung adalah salah satu basis sekte sesat Syi’ah di Indonesia.
Alhamdulillah, acara diakhiri dengan dialog dan tanya jawab. Selain itu juga diadakan pemutaran video dan penggalangan dana. Antusias umat Islam kota Bandung terlihat dimana para mustami (pendengar) yang hadir cukup banyak hingga acara selesai, yakni adzan dzuhur.
Semoga acara Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas ini mendapat Ridho Allah SWT., serta dapat membuka mata, telinga, dan sanubari kaum Muslimin untuk  berjalan di atas manhaj dakwah tauhid wal Jihad. Allahu Akbar!
{al-mustaqbal.net}

Bedah Buku Syam Bumi Ribath dan Jihad digelar di Yogyakarta

RDK Jamaah Sholahudin UGM Yogyakarta yang  bekerjasama dengan Syam Organizer telah melaksanakan Bedah buku Syam Bumi Ribath dan Jihad karya Muhammad bin Sa’id Al Barudi terbitan Jazera ,Solo . Selain bedah buku kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (10/07/2013) itu juga disisipi dengan penggalangan dana untuk Suriah.

Pada kesempatan itu, Ustadz Fuadi Romadhon dai dari Surabaya memaparkan Fadhilatus Syam, keutamaan-keutamaan negeri Syam.

Sebagaimana diketahui bahwa negeri Syam meliputi negara Palestina, Suriah, Libanon dan Yordan. Banyak sekali Hadits –hadits shahih yang menjelaskan keutamaan syam. 

‘Kesempurnaan dan kemenangan agama islam ini akan terjadi di negeri Syam’ adalah salah satu ulasan beliau yang sangat menarik.

Selain itu beliau juga memaparkan bahwa Bumi Syam adalah bumi Allah yang terbaik dan Dia mengumpulkan hamba-hambanya yang terbaik ke sana..’

Antusias para jamaah yang kebanyakan para mahasiswa sangat terlihat pada kegiatan ini.

Ustadz Fuadi yang juga pemerhati dunia Islam ini, tak lupa menyampaikan juga kondisi terkini konflik di Suriah dan fakta-fakta perkembangan syiah internasional.

Di bagian akhir kegiatan beliau memotivasi jamaah agar senantiasa aktif  ikut andil dalam membantu kaum muslimin di Suriah dan acara selesai menjelang ifthar jama’i .

Buku tersebut menjelaskan analisis ilmiah yang mengupas keistimewaan dua tempat ; Syam dan Yaman. 

Saat lisan Rasulullah SAW mendoakan keberkahan bagi bumi Syam, beberapa shahabat ingin agar Yaman pun didoakan serupa. Setelah mengulang kembali doa keberkahan bagi Syam, beliaupun berkenan mendoakan serupa untuk Yaman. Namun, dalam riwayat lain, ketika diminta untuk mendoakan keberkahan bagi bumi Najd, beliau malah menyebutkan di tempat itulah berbagai fitnah dan bencana akan terjadi.

Berbekal hadits-hadits Nabi SAW, Penulis menggambarkan hiruk-pikuk yang terjadi di Syam pada akhir zaman. Tentang kemunculan pasukan terpilih dari kaum Muslimin, kehadiran Imam Mahdi, hingga turunnya Isa AS untuk menumpas Dajjal dan para pengikutnya. Sebuah uraian yang mendebarkan –dan kita yakin itu semua akan terjadi.
Di bagian kedua buku tersebut, dikupas nilai strategis Yaman, sebuah negeri bagian Jazirah Arab yang kini secara sitemik sengaja dimiskinkan dan dilemahkan. Betapa, Yaman adalah pangkalan strategis untuk membebaskan Jazirah Arab dari penjajarah kaum Musyrikin masa kini dan antek-anteknya.
Berikut Daftar Isi Buku Syam Bumi Ribath dan Jihad:
  
                                                                            KEUTAMAAN SYAM
A. Keutamaan Syam
1. Kesempurnaan dan Kemenangan Agama Islam akan Terjadi di Negeri Syam
2. Para Malaikat Membentang Sayap untuk Syam
3. Syam adalah Bumi untuk berkumpul dan berpencar
4. Bumi Syam adalah bumi Allah yang terbaik dan Dia mengumpulkan hamba-hamba-Nya
5. Penduduk Syam adalah Barometer kebaikan atau kerusakan umat Islam
6. Nabi memintakan berkah bagi penduduk Syam dan menganjurkan tinggal di sana
7. Syam adalah bumi keramaian dan ribath sampai hari kiamat
8. Baitul Maqdis adalah bagian Bumi Syam yang ada anjuran untuk dikunjungi
9. Hijrah orang-orang yang baik dari Irak ke Syam dan perpindahan orang-orang yang buruk dari Syam ke Irak
B. Thaifah Manshurah
C. Kembalinya Khalifah Rasyidah

PEPERANGAN MELAWAN YAHUDI
A. Tabiat dan laju Perkembangan Yahudi
1. Dua kali berbuat kerusakan
2. Bentuk Perusakan oleh Yahudi
3. Koreksi Al Qaradhawi
B. Peperangan Umat Islam dengan Yahudi ada Dua tahap
1. Tahap Pertama: Penghancuran negara Ibrani dan keruntuhan Eksistensinya
2. Tahap Kedua: Fase Kebinasaan dan Kepunahan

Malhamah Menghapus Fitnah
1. Peristiwa Malhamah
2. Kemunculan Imam Al Mahdi
3. Penaklukan Konstantinopel
TANDA-TANDA HARI KIAMAT
A. Keluarnya Dajjal
B. Turunnya Isa untuk membunuh Dajjal
C. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
D. Tentang Tanda-Tanda alam Luar Biasa yang Belum Terjadi
1. Terbitnya matahari dari barat
2. Keluarnya binatang melata yang bisa berbicara
3. Angin Lembut
4. Api yang menggiring manusia
5. Peniupan Sangkakala Dua kali

SUPLEMEN
Posisi Strategis Yaman dalam Jihad Kontemporer
Oleh Syaikh Abu Mus’ab As Suri

TANGGUNG JAWAB PENDUDUK YAMAN
TERHADAP KESUCIAN DAN KEKAYAAN KAUM MUSLIMIN
Geografi Yaman
Cara Beri’dad dan Berjihad di Negeri Yaman
Syubhat Seputar Jihad di Yaman
Refleksi Jihad Yaman Masa Kini
Syubhat Seputar Tulisan ini dan Bantahannya
1. Bantahan untuk Syubhat pertama
2. Bantahan atas Syubhat kedua
3. Bantahan atas Syubhat Ketiga

syamorganizer

Perang Suriah, Pintu Awal Pembebasan Bumi Syam

Senin, 15 Juli 2013

Umat Islam harus sadar bahwa mereka memiliki beban kewajiban untuk meringankan penderitaan yang dirasakan oleh saudara-saudara Muslimnya di bumi Syam, khususnya di Suriah. Hal itulah yang menjadi sorotan khusus dalam  kegiatan Tabligh Akbar & Aksi Solidaritas bertema: "Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri Suriah" sukses diselenggarakan di kota Bandung, Sabtu (09/03). Acara yang sangat penting untuk diketahui umat ini diselenggarakan di Masjid PUSDAI, Kota Bandung.  


Acara dibuka oleh Akh Fadli dari MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) dengan memberikan gambaran perang akhir zaman yang akan terjadi berdasarkan Nubuwat Rosululloh dalam hadits yang shahih, dimana Ibu kota Damaskus adalah tempat yang dinubuwatkan oleh Rosululloh SAW., Akan turunya Imam Al Mahdi yang akan menjadi pemimipin Muslim dengan membawa bendera tauhid dan tegaknya sistem khilafah di bumi Allah azza wajala.Kegiatan Tabligh Akbar & Aksi Solidaritas di atas diselenggarakan oleh Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS BANDUNG) bekerjasama dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (hasi), Forum Islam Peduli Suriah (FIPS), dan MPI (mahasiswa pecinta Islam) iniditujukan untuk menyadarkan umat Islam akan keberadaanya di akhir zaman, di mana jaringan kezaliman yang semakin bergejolak di bumi Syam, dan Nubuwat Perang Akhir Zaman yang sudah berada di ambang pintu.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Pemateri pertama, yaitu Ustadz Imtihan Syafi'i, Lc, mewakili Hilal Ahmar Society Indonesia (hasi) dengan menjelaskan bahwa perang yang terjadi di Suriah adalah belum bagian dari nubuwat akhir zaman. Suatu ketika ia bertanya kepada salah satu Syekh di Suriah, yakni DR. Abdulloh Ghoni, yang termasuk ahli hadits, bahwa perang yang terjadi di Suriah adalah sebuah muqoddimah (pembukaan) dimana awal pintu gerbang dari Nubuwat Perang Akhir Zaman, karena masih banyak tahapan yang akan dialami kaum Muslimin.
Kemudian Ustadz Imtihan Syafi'i banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada si Suriah, bahwasanya pengamalan Tauhid dan Aqidah Wala wal Baro sungguh benar-benar nyata di Bumi Suriah, bumi Jihad Muslim, dan ia banyak menemukan karomah dan kesyahidan yang nampak yang terjadi pada para Mujahidin di Suriah. Ia juga menambahkan bahwasanya kemenangan-kemenangan yang diraih para Mujahidin dalam setiap operasi Mujahidin tidak terlepas dari ketaatan dan tawakal kepada Allah azza wajala.
Acara dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Akhi Angga Dimas S. Farm, selaku anggota Forum Islam Peduli Suriah (FIPS). Dalam penyampaiannya, Angga menampilkan sejarah masa jabatan Hafidz Assad dimana dialah tokoh yang menghapus dien Islam dan menanamkan kebencian yang luar biasa terhadap Islam. Hal itu terlihat pada peristiwa pembantaian aktivis Islam pada tahun 1982 yang menewaskan 40.000. Muslim.
Kemudian Hafidz Assad adalah tokoh yang memicu "The State Of Terorism" suatu Negara yang menyebarkan teror kepada rakyatnya sendiri untuk memperluas kekuasaanya. Hal ini pula yang pernah dicoba untuk diadopsi oleh soeharto, Presiden ke II RI, sehingga terjadi peristiwa pembantaian umat Islam dimana-mana, seperti pembantaian Tanjung Priuk dan peristiwa yang lainya yang pernah terjadi di Indonesia.
Selanjutnya Angga Dimas, relawan medis yang pernah berperan di Suriah ini, menampilkan peta politik yang terjadi di Timur Tengah dengan menjelaskan bahwasanya ada hubungan gelap antara Rezim Bashar Assad dengan Zionis Israel, dan Iran yang mengkelabui umat Islam bahwasaya Iran dan Suriah benar-benar memusuhi zionis . Padahal mereka bermain di balik layar. Hal ini agar mengarahkan permusuhan umat Islam kepada zionis saja, agar hanya fokus ke konflik Palestina saja, dan menyurutkan semangat Jihad Muslim untuk berjihad di bumi Suriah.
Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Maman Abdurrohman.Dalam penyampaianya beliau mengupas berbagai macam sekte Syi'ah khususnya terkait dengan Syi'ah Nusairiyah yang dianut oleh 
Rezim Basar Assad. Beliau banyak menghimbau kaum Muslimin, khusunya warga Bandung, untuk benar-benar memegang tali Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, agar terhindar dari pemahaman Syiah dan para pelakunya, dimana Bandung adalah salah satu basis sekte sesat Syi'ah di Indonesia.
Alhamdulillah, acara diakhiri dengan dialog dan tanya jawab. Selain itu juga diadakan pemutaran video dan penggalangan dana. Antusias umat Islam kota Bandung terlihat dimana para mustami (pendengar) yang hadir cukup banyak sampai acara selesai, yakni adzan dzuhur.(an-najah)

Bedah Buku: Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam

Ratusan umat islam yang sebagian besar mahasiswa memadati ruangan utama masjid Kampus UGM, Jumat (12/7/2013) setelah sholat taraweh. Mereka sangat antusian mengikuti acara Bedah Buku yang berjudul Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam bersama Ust. Farid Ahmad Okbah, M.A.

Dalam ulasannya tentang Zionis, murid Syaikh Utsaimin ini menjelaskan bahwa gerakan zionisme telah dimulai sejak tahun 1898. Waktu itu gerakan tersebut dihasung oleh sekitar 200 lembaga semacam yayasan yang dipimpin oleh Theodor Herzl. Mereka berkumpul di Switzerland dan menghasilkan apa yang disebut dengan protokol Yahudi. Mereks mempunyai semanngat yang luar biasa untuk mempunyai negeri Israel dalam kurun waktu 50 tahun dan tepat pada tahun 1948 negara Israel dideklarasikan.

Pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini lebih lanjut menjelaskan bahwa Zions Yahudi mempunyai tiga misi besar, yaitu mendirikan Israel Raya, menundukkan bangsa-bangsa di dunia menjadi budak-budak Yahudi dan menghancurkan islam dan umat islam.

Dendam mereka kepada umat islam menyebabkan mereka menggunakan semua cara untuk menghancurkan islam, antara lain dengan penjajahan, orientalism dan kristenisasi.

Di samping itu mereka bersatu padu dalam menghancurkan umat islam. Karenanya, Amerika rela dengan kekalahan Soviet di Afghanistan. Runtuhnya Soviet juga mengindikasikan bahwa kekuatan dunia adalah Amerika dan musuh mereka adalah Islam.

Gerakan memerangi islam pun dilakukan. Isu teroris dihembuskan. Dan didukung dengan Iran, Amerika kemudian menginvansi Irak. Mereka juga mempersiapkan pemerintahan yang dipimpin oleh Syiah yang bengis kejam.

Tragedi Suriah tidak lepas dari skenario Iran Syiah dan Amerika hingga terjadi pembantaian terhadap ratusan ribu umat islam di Suriah.

Ust. Farid juga menjelaskan kondisi Syiah akhir-akhir ini. Dijelaskan bahwa Iran telah mengirimkan 40 ribu pasukan untuk mendukung Bashar al Assad. Kemudian Hizbullah (baca Hizbullata) menurunkan sekitar 2000 pasukan, ditambah dengan millisi Syiah dari Irak, Syiah dari Yaman mereka bergabung di Suriah dan di dukung secara politik oleh Rusia dan China. Bahkan saat ini Bashar Assad dan pasukannya telah membawa bendera-bendera Syiah dalam pertempurannya. Mereka benar-benar ingin menghancurkan Islam dan umat islam di sana.

Demikian dengan nada yang berapi-api ustadz Farid mengajak para hadirin untuk senantiasa waspada terhadapa bahaya Zionis dan Syiah. Beliau juga mengingatkan agar umat islam ikut ambil bagian dalam mambantu umat Islam di Suriah.

Selain bedah buku tersebut juga diadakan penggalangan dana untuk muslimin Suriah. Acara diakhiri sekitar pukul 22.30 WIB. dengan menyisakan beberapa orang yang masih ingin bertanya.(Syamorganizer.com) 

LIPUTAN DAKWAH

More on this category »

AUDIO KAJIAN ISLAM

More on this category »

KONSPIRASI MUSUH ISLAM

More on this category »

HOT NEWS

More on this category »

ARTIKEL ISLAM

More on this category »

Translate